Penyebab Sablon DTF Gampang Mengelupas dan Cara Mengatasinya

bagaimana agar sablon dtf awet

Pernahkah Anda memesan kaos custom namun sablon DTF gampang mengelupas setelah beberapa kali cuci? Masalah ini sangat sering terjadi di industri clothing line dan seringkali membuat pemilik brand merasa rugi. Kualitas sablon yang buruk tidak hanya merusak estetika kaos, tetapi juga menghancurkan kepercayaan pelanggan terhadap brand Anda.

Di mroblong, kami melakukan pengujian ketat di Warehouse Gambiran untuk memahami mengapa hal ini terjadi. Dalam artikel ini, kita akan membedah penyebab teknis sablon mengelupas dan bagaimana cara memastikan kualitas sablon tetap awet standar distro.

Mengapa Sablon DTF Gampang Mengelupas?

Ada beberapa faktor teknis yang menyebabkan daya rekat sablon menjadi lemah. Memahami faktor-faktor ini sangat penting agar Anda tidak salah memilih vendor sablon.

  1. Kualitas Bubuk Lem (Powder) yang Rendah: Bubuk lem atau TPU Adhesive Powder adalah kunci utama kekuatan sablon. Jika vendor menggunakan bubuk lem murah, daya rekatnya akan sangat lemah dan hasil sablon terasa kaku seperti kertas.
  2. Suhu Press yang Tidak Stabil: Proses penempelan film ke kain membutuhkan suhu yang presisi, biasanya sekitar 160°C. Jika suhu terlalu rendah, lem tidak akan mencair dengan sempurna. Sebaliknya, suhu terlalu tinggi bisa merusak serat Cotton Combed.
  3. Waktu Pengepresan yang Kurang: Selain suhu, tekanan dan durasi press juga krusial. Proses yang terburu-buru mengakibatkan lem belum meresap maksimal ke pori-pori kain.
  4. Tinta Putih yang Terlalu Tipis: Dalam sistem DTF, tinta putih berfungsi sebagai dasar sekaligus pengikat lem. Jika setingan tinta putih terlalu tipis, maka bubuk lem tidak memiliki media yang cukup untuk menempel.

Cara Mengatasi Sablon DTF Agar Awet

Agar produk Anda memiliki kualitas jangka panjang, pastikan vendor Anda melakukan langkah-langkah berikut:

  • Gunakan Bubuk Lem Premium: mroblong menggunakan bubuk lem berkualitas tinggi yang memiliki elastisitas baik, sehingga sablon tidak pecah saat kain ditarik.
  • Lakukan Double Press: Teknik pengepresan dua kali (sebelum dan sesudah plastik film dilepas) sangat efektif untuk memastikan tinta benar-benar terkunci di serat kain.
  • Perawatan yang Tepat: Edukasi pelanggan Anda untuk tidak menyetrika langsung di atas permukaan sablon dan menghindari penggunaan mesin pengering dengan suhu ekstrem.

Kesimpulan

Kualitas sablon DTF gampang mengelupas biasanya bersumber dari pemilihan bahan baku dan prosedur kerja yang asal-asalan demi mengejar harga murah. Dengan memilih mitra produksi yang memiliki standar prosedur jelas seperti mroblong, Anda bisa menjamin kepuasan pelanggan brand Anda.

Bagikan Artikel Ini :